Selasa, 12 Januari 2016

Peta


Peta menunjukkan suatu lokasi, letak posisi, situasi, kondisi sehingga dapat menggambarkan apa  yang ingin disampaikan si pembuat peta. Peta bisa berupa Denah, Sketsa maupun gambar digital.

Contoh Peta Sederhana

Peta yang lengkap umumnya terdiri dari titik (point), garis (line) dan area (area). Fitur-fitur dalam peta tersebut membantu menjelaskan situasi atau kondisi yang ingin disampaikan melalui peta. Pemetaan merupakan kegiatan untuk membuat peta. Sebelum membuat peta berupa sketsa, denah ataupun dalam bentuk digital, perlu mempersiapkan informasi dan data yang akan dijadikan peta. Jika belum ada, maka perlu dilakukan kegiatan survey pemetaan untuk mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan peta. Data dan informasi yang akan dikumpulkan tergantung dari tema peta yang akan dibuat.

Beberapa peta merupakan seri dari peta-peta lain yang saling terhubung satu sama lain. Beberapa peta mengacu ke peta yang lain untuk mendapatkan gambar dan informasi yang lebih detail dari peta tersebut atau sebaliknya. Karena itu, jenis peta yang merupakan bagian dari seri peta biasanya diberikan nomor peta untuk mendapatkan acuan lebih detail dari seri-seri peta tersebut. Contoh peta diatas merupakan contoh peta sederhana, hanya bertujuan untuk menunjukkan posisi Kota Medan di Provinsi Sumatera Utara. Peta tersebut juga hanya dibuat dari area-area provinsi di sekitar Sumatera Utara dan kabupaten-kota di Provinsi Sumatera Utara. 



Sebagai contoh, contoh peta sederhana diatas dibuat dari peta Indonesia sebagai acuan besarnya, kemudian diolah menjadi peta Provinsi Sumatera Utara untuk menunjukkan posisi Kota Medan yang diberi warna merah sebagai indeks. Peta yang lebih detail dari peta tersebut adalah Peta Kota Medan. Peta yang lainnya juga bisa dibuat untuk menunjukkan daerah-daerah yang lebih detail dari Peta Kota Medan yang menunjukkan daerah-daerah di Kota Medan seperti peta kecamatan maupun peta kelurahan di Kota Medan.


Lihat juga  Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Utara 



Berdasarkan penjelasan diatas, kita dapat memahami bahwa peta dapat dibuat dari yang lebih detail disusun untuk mendapatkan gambaran yang besar, atau sebaliknya dari gambaran yang besar, dibuat detail dengan peta-peta yang lebih kecil dan informasi yang lebih detail. Sejalan dengan perkembangan suatu daerah, pertambahan insfrastuktur, perubahan rupa bumi, pengembangan wilayah, maka peta suatu daerah dapat berubah dari waktu ke waktu. Apabila arsip peta-peta lama didokumentasikan dengan baik, maka peta-peta tersebut akan menggambarkan perubahan dan perkembangan yang terjadi pada daerah didalam peta tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar